Teman-teman, ada kabar terbaru dari lapangan kehidupan, bukan lapangan bola. Pratama Arhan, bek tangguh Timnas Indonesia, akhirnya resmi “diputus kontrak” dari rumah tangganya bareng Azizah Salsha. Tapi santai dulu, ini bukan kartu merah, ini lebih ke match yang selesai babak kedua tanpa extra time.
Nah, yang bikin menarik, dulu Arhan pernah bilang alasan dia nikah muda itu bukan karena dijodohin. Bukan, bro! Bukan ala sinetron “Dijodohkan dengan Bos Kaya”. Arhan nikah karena… dia main bola di Jepang, takut kesepian.
Coba bayangin, bek Timnas yang sering nge-tackle striker lawan, ternyata yang paling dia takutin bukan Messi, bukan Ronaldo… tapi makan ramen sendirian di Tokyo!
Nagita Slavina waktu itu nanya, “Emang mau nikah cepat ya, Han?”
Dan Arhan jawab, “Biar ada temennya di Jepang, nggak sendiri.”
Ini jawaban paling jujur sekaligus paling relate buat semua anak rantau. Kita semua pernah tuh, pura-pura kuat merantau, tapi ujung-ujungnya kangen ada yang bilang, “Eh, jemuran jangan lupa diangkat!”
Azizah pun bilang dia nggak pernah punya rencana nikah muda. Tapi namanya hidup, kadang kaya transfer pemain—tau-tau kontraknya jalan.
Bahkan ayah Azizah, Andre Rosiade, sempat klarifikasi, “Mereka kenalan dulu kok, bukan dijodohin.” Jadi jangan keburu bikin gosip. Ini bukan film Bollywood, ini lebih ke drama meet-cute versi Jepang: ketemu, ngobrol, dua hari kemudian lapor orang tua. Singkat, padat, jelas.
Sayangnya, setelah beberapa waktu berlalu, kisah cinta yang sempat bikin heboh itu harus selesai. Pengadilan Agama Tigaraksa udah kasih keputusan resmi. Bahasa hukumnya sih verstek, tapi kalau bahasa anak bola: lawannya WO.
Tapi tenang, teman-teman. Perceraian itu bukan akhir dunia. Buat Arhan, mungkin ini cuma kaya kalah di satu pertandingan. Masih banyak laga lain, masih banyak peluang cetak gol. Dan buat Azizah, perjalanan hidup juga masih panjang—siapa tau habis ini ketemu yang bisa jadi kiper, bukan cuma striker.
Karena pada akhirnya, hidup itu mirip sepak bola: kadang kita menang, kadang kita kalah, kadang juga… kita cuma pengen ada yang nyemangatin dari tribun.