Forum Berani Bicara #4: Wamen Investasi Pastikan Target 8% 2029 Tercapai

Jakarta, 27 Agustus 2025 – Optimisme pemerintah dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029 kembali ditegaskan Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi RI, Todotua Pasaribu, dalam Diskusi Publik Berani Bicara #4 bertajuk “Akankah Realisasi Investasi 2025 Capai Target?” yang digelar oleh Gatot Kaca Prabowo Gibran bersama Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), di Kebayoran Baru, Jakarta (27/8).

Todotua menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi jauh lebih besar dibanding Vietnam yang telah tumbuh di atas 7%. Dengan jumlah penduduk 280 juta jiwa, wilayah luas, serta kekayaan alam yang beragam, ia optimistis target ambisius 8% bukan sekadar wacana, melainkan jalan keluar dari middle income trap.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, tiga motor utama pendorong pertumbuhan adalah konsumsi, investasi, dan ekspor. Data semester I 2025 memperlihatkan tren positif: realisasi investasi hilirisasi mencapai Rp280,8 triliun atau 29,8% dari total investasi nasional, dengan sektor mineral sebagai penyumbang terbesar (Rp193,8 triliun), disusul perkebunan dan kehutanan (Rp67,4 triliun).

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Fraksi Gerindra, Bambang Haryadi, memberi catatan bahwa optimisme harus dibarengi langkah konkret di lapangan.

Tenaga Ahli PCO Bidang Ekonomi, Fithra Faisal Hastiadi, menambahkan bahwa target investasi nasional 2025 sebesar Rp1.905,6 triliun. Semester I telah terealisasi Rp942,9 triliun (49,5%), sehingga sisa Rp962,7 triliun pada semester II diyakini tercapai bila komitmen investasi mitra strategis dioptimalkan. Ia mencontohkan Jepang dengan realisasi 70% komitmen, jauh lebih tinggi dibanding China yang baru 30%.

Data Kementerian Investasi 2024 menunjukkan investasi asing (PMA) sedikit lebih tinggi dari dalam negeri (PMDN), masing-masing Rp900,2 triliun (52,5%) dan Rp814 triliun (47,5%). Lima negara terbesar penyumbang investasi yakni Singapura, Hong Kong, China, Malaysia, dan Amerika Serikat. Kontribusi hilirisasi mencapai Rp407,8 triliun atau 23,8% dari total investasi.

Dukungan datang dari Ketua Umum Gatot Kaca Prabowo Gibran, Indra Simarta, yang menegaskan bahwa target 8% bukan mimpi, melainkan kenyataan yang sedang disiapkan oleh kepemimpinan nasional. Sementara Sekjen, Sinar Shinta, menyebut hilirisasi sebagai senjata strategis sekaligus simbol kedaulatan ekonomi bangsa.

Diskusi yang dipandu oleh Cep Deni, Tenaga Ahli PCO, berlangsung interaktif. Para peserta sepakat bahwa pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029 bukan sekadar jargon politik, melainkan pertaruhan besar Indonesia untuk keluar dari middle income trap dan tampil sebagai kekuatan ekonomi dunia.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *