“17 Agustus, Merah Putih? Enggak Bro… Ada Bendera Luffy Ikut Upacara!”

Gue tuh awalnya pikir tanggal 17 Agustus itu ya udah jelas: lomba makan kerupuk, balap karung, sama bapak-bapak rebutan kursi plastik kayak rebutan kursi DPR. Eh ternyata, tahun ini ada lomba baru… lomba kibarin bendera bajak laut One Piece.

Iya, beneran. Bendera item, tengkorak senyum, pake topi jerami. Simbolnya Monkey D. Luffy, anak buahnya Eiichiro Oda. Bendera ini sekarang katanya jadi simbol perlawanan rakyat. Jadi kayak Che Guevara versi anime, tapi lebih sering update di TikTok.

Bacaan Lainnya

Pemerintah sih bilang ini provokatif. Beberapa anggota DPR bilang ini bisa memecah belah bangsa. Lah, padahal yang memecah belah bangsa kan biasanya debat politik di grup WA keluarga, bukan bendera anime.

Menurut Evello—nih lembaga pemantau media sosial—gerakan ini organik, alias tumbuh dari rakyat. Nggak ada yang ngatur. Sama kayak hubungan kamu sama dia: nggak pernah resmi, tapi udah rame aja gosipnya.

Gue sempet baca di Drone Emprit, awalnya bendera ini nongol di truk-truk buat gaya doang. Tapi sekarang dipasang di spot wisata, dipake foto-foto. Ini ibaratnya kayak awalnya kamu cuma foto aesthetic kopi, lama-lama jadi kampanye “turunkan harga cappuccino”.

Dan gue paham kenapa mereka pake One Piece. Ceritanya tuh banyak kritik sosial. Ada tokoh Tenryuubito—bangsawan sombong yang hidupnya enak karena rakyat menderita. Mirip lah sama pejabat yang kalau resmikan proyek suka potong pita, tapi lupa kalau itu proyeknya mangkrak.

Kata sosiolog, ini ekspresi sosial. Kata gue, ini juga ekspresi ekonomi… soalnya kalau semua orang beli bendera One Piece, pedagang online bisa kaya mendadak. Cuma ya, hati-hati. Bendera ini sah-sah aja buat kebebasan berekspresi, tapi kalau udah nyelip di acara resmi negara… takutnya tiba-tiba ada pasal makar mampir ke rumah.

Jadi kesimpulannya, HUT RI tahun ini unik banget. Kita nggak cuma punya bendera merah putih, tapi ada juga bendera item bertopi jerami. Bedanya, yang satu simbol kemerdekaan 1945… yang satunya simbol “masih berjuang merdeka dari cicilan dan bensin mahal”.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *