dipost.co – Jadi gini, kemarin Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bikin gebrakan—mutasi 44 perwira tinggi TNI. Ibarat sinetron, ini kayak episode spesial di mana semua karakter diganti aktornya. Bedanya, ini bukan FTV, ini TNI, bos!
Yang paling nyorot tuh Mayjen Kristomei Sianturi. Dulunya Kapuspen TNI—alias orang yang kerjaannya bikin TNI keliatan keren di berita. Eh, sekarang dipromosi jadi Pangdam XXI/Radin Inten. Dari jurubicara jadi jurupetir.
Dan kisahnya dramatis, bro. Dia ini anak pedagang. Kebayang nggak? Dari bantuin orang tua jualan, sekarang komandoin pasukan. Kalau ini film, judulnya “From Warung to War Zone”—perjalanan dari timbangan beras ke timbangan kekuatan militer.
Mutasinya nggak cuma Kristomei doang. Ada Mayjen Djon Afriandi yang sekarang jadi Pangkopassus. Lalu Mayjen (Mar) Endi Supardi jadi Pangkormar. Sama Marsda Deny Muis yang jadi Pangkorpasgat. Dan mereka semua naik pangkat jadi bintang tiga. Ini kayak upgrade paket internet, tapi sinyalnya bukan buat nonton Netflix… buat ngunci target!
Belum lagi ada enam Kodam baru. Kodam XIX/Tuanku Tambusai di Riau-Kepri, Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol di Sumbar-Jambi, sampai Kodam XXIV/Mandala Trikora di Papua Selatan. Pokoknya TNI sekarang ibarat punya cabang franchise di mana-mana. Tinggal tunggu aja Kodam XXI “Ruko Sebelah Alfamart” dibuka.
Yang jelas, mutasi ini bikin peta TNI kayak papan catur. Semua bidak dipindah, biar strategi makin tajam. Dan gue yakin, kalau TNI bikin reality show kayak MasterChef, episode kemarin udah masuk babak “Elimination Round”.
Tapi serius, respect buat Kristomei. Dari anak pedagang, sekarang jadi Pangdam. Ini bukti kalau di TNI, yang penting kerja keras, disiplin, dan… siap sedia dimutasi kapan aja. Karena di militer, bro, bukan kita yang nentuin mau pindah… tapi SK Panglima.