Besok Jakarta Digruduk Buruh, Outsourcing Pun Ikut Gelisah

Jadi gini guys, besok Jakarta bakal rame… katanya ada demo buruh. Ribuan orang bakal turun ke jalan. Gue mikir, ini demo buruh atau konser Coldplay jilid dua? Bedanya, yang ini tiketnya gratis, tapi pulangnya bisa ditilang polisi.

Katanya ada enam tuntutan utama. Pertama, hapus sistem outsourcing. Lah iya bener juga, kerja outsourcing itu kayak punya pacar tapi statusnya “temen tapi sayang”. Nggak jelas, gajinya kecil, benefit nggak ada, tapi disuruh loyal sampe mati.

Tuntutan kedua, menolak kebijakan upah murah. Wah, ini berat. Soalnya upah murah itu udah jadi branding Indonesia. Sama kayak Bali: branding-nya wisata, buruh: branding-nya murah.

Ketiga, minta naik UMR 8,5 sampai 10,5 persen. Nah, ini lucu. Buruh mintanya naik 10 persen, pemerintah biasanya kasih 2 persen. Jadi, negosiasi upah ini mirip kayak tawar-menawar di Tanah Abang. Buruh bilang: “Bang, 100 ribu!” Pemerintah jawab: “50 aja deh.” Akhirnya deal di 60 ribu, padahal harga aslinya 30 ribu.

Keempat, cabut PP Nomor 35 Tahun 2021 tentang outsourcing. Gue liat tuh PP, isinya lebih ribet daripada terms and conditions Shopee. Baca lima menit langsung scroll ke bawah, centang “saya setuju”.

Kelima, hentikan PHK dengan bikin satgas. Lah ini keren, bikin satgas anti PHK. Jadi kalau ada buruh dipecat, satgas datang, “Eh jangan gitu dong, kasian… buruh juga manusia.” Kayak Satgas Covid, tapi bedanya ini Satgas Kerja Tetap.

Keenam, reformasi pajak. Mereka minta PTKP naik dari 4,5 juta ke 7,5 juta. Gue setuju banget! Karena gaji UMR aja udah habis buat bayar kos, beli nasi padang, sama beli kuota. Pajaknya apa? Pajak sabar.

Dan ada satu lagi tuntutan tambahan: hapus pajak THR, JHT, pesangon, dan diskriminasi pajak buat perempuan yang menikah. Gue denger itu, gue mikir: wah, pajak di Indonesia ini kayak mantan posesif. Semua hal diurusin, gaji diatur, tabungan diintip, bonus dicatut. Lama-lama rakyat bisa bilang: “Eh, pajak! Kita putus aja ya…”

Nah, besok aksinya bakal di dua titik utama: DPR dan Istana. Dari Cikarang lewat tol, dari Bogor lewat Jalan Raya Bogor, dari Pulo Gadung lewat arteri. Gila, ini logistiknya kayak mudik Lebaran. Bedanya, kalau mudik ketemu keluarga, kalau demo ketemu polisi.

Oh iya, demo juga serentak di Karawang, Bekasi, Tangerang, sampai Jayapura. Jadi kalau ada orang nanya, “Bro, lagi di mana?” Bisa jawab: “Lagi demo, bro.” “Di mana?” “Bebas, pilih kota aja, kayak franchise Indomaret.”

Polisi juga udah siap-siap rekayasa lalu lintas. Jadi besok kalau kalian ke kantor telat, jangan salahin macet. Salahnya kalian… nggak ikut demo.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *